![]() |
| Sumber: google.com |
Bank Negara Indonesia (BNI) 46 cabang Ambon dibobol oleh
oknum berinisial FY, beberapa waktu lalu. Kendati demikian, BNI menegaskan
bahwa dana nasabah tetap aman, sehingga tak perlu khawatir untuk tetap
melakukan transaksi dan menyimpan dana di BNI.
ada sejumlah faktor yang menjadi sebab nasabah tak perlu
khawatir dengan BNI.
Pertama, operasional layanan perbankan di BNI tetap berjalan
normal, termasuk di seluruh outlet yang berada di bawah koordinasi Kantor
Cabang Utama Ambon. Kedua, kepercayaan sebagian besar nasabah tetap terjaga.
Hal itu dibuktikan dengan jumlah transaksi masuk (menabung) lebih besar
dibandingkan jumlah transaksi keluar.
Ketiga, BNI tetap berkomitmen menjaga ketersediaan uang tunai
yang dapat digunakan masyarakat melalui berbagai channel, termasuk mesin ATM
selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
"Pelanggaran yang terjadi di Ambon adalah kasus yang
memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di
BNI," kata dia, yang akrab disapa Iwan itu dalam keterangan tertulisnya,
Sabtu, 19 Oktober 2019.
salah satu potret yang dapat menunjukkan kinerja BNI Ambon memuaskan dapat dilihat dari kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) yang
dihimpun di seluruh outlet di bawah koordinasi Kantor Cabang Ambon. Ini juga
bukti dari animo masyarakat Ambon untuk menabung dan menggunakan layanan
transaksi digital (digital service transaction) BNI yang cukup tinggi.
Data per September 2019 menunjukkan, DPK yang dihimpun di
Ambon dan sekitarnya tumbuh sebesar 20,06 persen secara Year on Year (YoY)
dibandingkan DPK yang terkumpul selama tahun 2018. “DPK yang tumbuh merupakan
salah satu indikator penting dalam mengukur kepercayaan masyarakat terhadap
BNI,” ujarnya.
DPK BNI tersebut sebagian besar ditopang pertumbuhan tabungan
dan giro yang merupakan sumber dana murah. BNI mencatat, di Ambon dan
sekitarnya terjadi pertumbuhan tabungan dan giro masing-masing sebesar 19,99
persen dan 27,96 persen secara YoY.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar